diyas journal

a story, a poem, and a whatever

Category Archives: Review

Sebelas Patriot : Sepakbola, PSSI, Indonesia

Ketika seorang anak mengagumi ayahnya…
Ketika seorang anak ingin membahagiakan ayahnya…
Ketika seorang anak ingin membuat bangga ayahnya…
Sepakbola jawabannya…
 

Tentang Ikal, seorang anak dari Belitong yang punya mimpi menjadi seorang pemain junior PSSI, berlatih keras sebagai seorang pemain sayap kiri di tim kampung, yang tidak ada apa-apanya. Berjuang mengalahkan berpuluh remaja lainnya demi mengenakan seragam timnas dengan lambang garuda di dadanya.

Tentang Ikal, seorang mahasiswa Universitas Sorbonne, Perancis yang menjadi pesuruh di lapangan Barcelona, Spanyol demi membeli sebuah kaos tim Real Madrid dengan nama Figo di baliknya berikut tanda tangannya.

Tentang Ikal, seorang remaja Indonesia yang nekad berteriak “INDONESIA !!!” ketika Real Madrid membobol gawang Valencia, di saat yang sama semua pendukung Real Madrid, berteriak “Real !!! Real !!! Real !!!”. Dengan tiket pemberian dari hasil perkenalannya dengan gadis pecinta sepakbola Adrianna.

Sebelas Patriot, sebuah novel yang bercerita tentang kecintaan Andrea Hirata pada sepakbola, pada PSSI, dan pada Indonesia. Ketika seseorang menggemari tim sepakbola negeri sendiri adalah 10% mencintai sepak bola dan 90% mencintai Tanah Air. Dengarkan pula lirik persembahan Andrea Hirata untuk rakyat Indonesia dalam lagu “PSSI Aku datang”, “Sebelas Patriot”, dan “Sorak Indonesia”. Sebuah CD disertakan dalam novel ini untuk dinyanyikan bersama dengan semangat para suporter demi cintanya pada Indonesia.

“Jika ada hal lain yang sangat menakjubkan di dunia ini selain cinta, adalah sepak bola”

-Andrea Hirata

How Philips Do Marketing

By Andiyas Eko Wicaksono

Management Development Program 2 PT. Bank Bukopin

Based On Ujang Sumarwan’s Marketing Class Lecture Of Graduate Program Of Management and Business Bogor Agricultural University (MB-IPB)

www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.idPerilaku Konsumen (Consumer Behavior) Book

Gerard Kleisterlee seorang CEO dari “Phillips Electronics”, merupakan seorang yang sangat hebat, dalam sebuah acara yang berjudul “CEO Exchange” yaitu sebuah talkshow dengan host bernama Jeff Greendfield dia berbagi pengalaman, tak hanya Gerarrd disitu juga hadir Fred Hassan seorang CEO “Schering Plough” yang bergerak di bidang farmasi. Keduanya tak diragukan lagi telah menempati posisi puncak. Disini mereka akan bercerita bagaimana seorang CEO bekerja dan berpikir.

Ada beberapa kalimat inspiratif dari kedua CEO tersebut Gerrard Kleisterlee selalu mengatakan

trying to enjoy what you do while you’re doing it, with your team and doing something successfully and don’t forget you own the road

maksudnya adalah nikmati apapun yang kamu lakukan dengan tim mu dan lakukan sesuatu dengan sukses dan jangan lupa kau punya jalannya. Dia pun berkata

I keep a fairly cool head

agar kita tetap berkepala dingin. Sedangkan Fred Hassan mengatakan

shape what you want to shape in life

semacam nasihat agar kita membentuk apa yang kita inginkan dalam kehidupan. Dan dia pun berkata seperti ini

don’t just let people dictate to you what they think is right”

maksudnya adalah jangan pernah biarkan orang mendikte padamu apa yang menurut mereka benar. Keduanya memiliki cara pandang dan berpikir yang berbeda, tapi tetap saja mendengarkan mereka berbicara akan membuat kita termotivasi.

Disini saya akan mencoba membahas sedikit mengenai Philips dilihat dari segi Marketing. Dalam segi Positioning di dunia marketing, Philips dengan slogan barunya “sense and simplicity” ingin merubah image dan memperkenalkan bahwa produk mereka kini memiliki teknologi modern dan berkualitas tinggi, mereka tidak mau lagi disebut perusahaan yang kolot dan tidak trendi. Dari segi produknya pun Philips tidak hanya memproduksi lampu bohlam tetapi juga termasuk alat2 rumah tangga, rumah sakit dan alat modern lainnya yang dirancang agar mudah digunakan dan bertahan lama, sebuah Diferensiasi dilakukan disini dari segi jenis, design, fitur dan bentuk seperti : lampu dengan usia ketahanan 10 tahun, TV plasma, produk router nirkabel untuk keperluan rumah sakit, dan alat rumah tangga lainnya.

Dengan adanya semua itu diharapkan Philips mampu bersaing dengan produk2 sejenis, contohnya dari segi Persaingan jika produk Philips dalam hal ini lampu, dibandingkan dengan produk lampu buatan Cina, yang harganya jauh lebih dibawahnya dengan ketahanan 1000 jam atau 3000 jam, lampu buatan Phillips mampu bertahan selama 10.000 jam, da bahkan dapat digunakan selama 10 tahun. Philips menonjolkan dari segi kualitas tiap produk untuk urusan persaingan dengan produk lain.

Philips pada umumnya tidak membagi2 produknya dalam hal Segmentasi/Targeting secara spesifik, Philips hanya membuat produknya untuk masyarakat umum untuk hal produk rumah tangga, untuk alat medis mereka membidik pangsa pasar rumah sakit dan klinik kesehatan di berbagai negara.

Inovasi terus menerus dilakukan oleh Philips dengan cara dynamically innovations, yaitu dengan merubah produknya secara signifikan dan menonjolkan kualitasnya, Strategi produk yang dilakukan adalah dengan Family/Umbrella Brand dimana semua produk yang dihasilkan menggunakan satu merek Philips. Juga dengan adanya jaringan yang luas di berbagai negara, Strategi distribusi yang dipakai adalah indirect channel untuk lampu bohlam juga produk rumah tangga dan dilakukan secara intensif dimana pabrik mengirim produk ke wholesaler untuk kemudian ke retailer dan selanjutnya ke konsumen agar mudah dijangkau. Sedangkan untuk produk medis, direct channel digunakan agar produk langsung didistribusikan ke rumah sakit. Jumlah perantara dibuat terbatas untuk menjaga ekslusifitas produk.

Price atau harga kemungkinan tidak diperhitungkan karena konsumen yang peduli akan kesehatannya akan membayar berapa pun untuk itu. Skimming price digunakan dalam Strategi Harga karena harga yang ditawarkan termasuk premium dan konsumen akan membayar sesuai dengan benefit yang mereka dapatkan. Slogan “Sense and Simplicity” pun akan melekat dalam benak konsumen. Produk medis diklaim lebih efisien dan akan memberikan kenyamanan dan menciptakan lingkungan yang membuat dokter dan perawat menangani pasien dengan lebih baik dan efisien. Semua itu dijadikan sebuah Strategi Promosi dengan mengutamakan benefit dari tiap produk agar alat medis tidak lagi identik dengan hal yang tidak menyenangkan.

Fountain Of Bellagio : A Product Of Experience

By Andiyas Eko Wicaksono

Management Development Program 2 PT. Bank Bukopin

Based On Ujang Sumarwan’s Marketing Class Lecture Of Graduate Program Of Management and Business Bogor Agricultural University (MB-IPB)

www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id + Pemasaran Strategik (Strategic Marketing)

Tanggal 31 Juli 2011, saya dan teman-teman yang tergabung dalam MDP Angkatan 2 Bank Bukopin diperlihatkan sebuah video yang sangat menarik oleh seorang profesor bernama Ujang Sumarwan, beliau adalah dosen yang mengajar di MB-IPB, kebetulan Bank Bukopin bekerja sama dengan MB-IPB untuk mengadakan pendidikan dan latihan bagi calon-calon karyawan Bank Bukopin, oleh karena itu kami semua mengikuti semacam kuliah kembali di MB-IPB.

Video yang saya maksud menceritakan sebuah promosi yang dilakukan oleh Bellagio Hotel untuk menarik pengunjungnya yaitu sebuah air mancur yang bisa menari, layaknya balerina bernama Fountain Of Bellagio.

Disini sangat menarik, Bellagio Hotel yang terletak di Las Vegas membuat sebuah air mancur yang menampilkan kombinasi pertunjukan air, musik dan pencahayaan yang sangat menakjubkan. Dimana sebuah koreografi air yang cantik dengan latar belakang langit Las Vegas yang indah. Setiap pertunjukan air mancur itu berbeda-beda dan menampilkan ekspresi dan interpretasi yang unik. Sudah dipastikan yang melihatnya akan terpana melihat kecantikan air mancur yang dipadukan dengan pencahayaan yang spektakuler dan musik latar yang beragam seperti musik opera, klasik dan broadway.

Itu adalah salah satu strategi marketing yang sangat hebat, dimana mereka menjual sebuah produk yang bukan merupakan sebuah barang melainkan berupa pengalaman keindahan yang tak ada duanya, pengunjung akan merasakan pengalaman yang tak terlupakan dan perasaan emosional yang hebat. Orang yang melihat pertunjukan itu, akan saling bercerita dan mengungkapkan kekagumannya kepada orang lain, secara tidak langsung itu dijadikan sebagai media promosi yang unik. Dari satu orang yang melihat, dia bercerita kepada yang lain, lalu orang lain itu akan tertarik dan penasaran untuk melihatnya, dan orang itu selanjutnya akan bercerita ke temannya yang lain. Begitu seterusnya. Sebuah pengalaman, apalagi yang spektakuler akan melekat di benak seseorang dan tak akan terlupakan. Disitulah Bellagio memanfaatkan peluang untuk menarik pengunjung.

Berikut video dari Fountain Of Bellagio

Sumber : www.bellagio.com dan www.youtube.com

Antara #2, #Madre dan #PJP

Berhubung ada waktu senggang, gue mau nulis dulu dikit.

Nah gue itu suka membaca, membaca apapun yang ada tulisannya, termasuk tulisan2 di stiker angkot. Hobi membaca gue ini sudah lama gue geluti dari semenjak kecil, dimulai dari Majalah Bobo, Tabloid Fantasi, Komik, Novel, Buku Pelajaran, dan sebagainya.  Kalo ada buku baru terutama novel dan sejenisnya apalagi author nya oke, pasti gue beli langsung, entah beli di toko buku atau order online lewat website2 penjualan buku gitu. Dan kebeneran akhir2 ini ada beberapa buku yang fenomenal dilihat dari author nya, mereka semua seleb gitu. Berikut sedikit review dari buku2 tersebut.

Read more of this post

Lonely Lullaby : “Ares” Isn’t Just The God of War

Dulu pernah disuruh jadi proofreader buku Pandora’s Box nya si @artemistics dan direview di postingan gue yang berjudul Pandora’s Box : I’m sure you’ll feel slapped.

Nah disitu gue berharap gak ada cerita lanjutan karena ya, udah selesai ceritanya, etapi ternyata ada lanjutannya, dan mau dibikin trilogi gitu, dan gue kena getahnya lagi suruh jadi proofreader buat novel barunya yang berjudul Lonely Lullaby.

Inget !!! Nih cerita gak ada berkaitan sama buku pertama, dan gak ada kaitannya sama sekali. Jadi gak baca buku pertama pun masih bisa dicerna, karena gak bersambung, tapi kalo udah baca yang pertama sih ya pasti bakal nemuin suatu benang merahnya dikit dikit, tapi gue gak akan cerita disini.

Setelah gue tunda2 ngebaca nih calon novel, ya abis gimana gue sibuk sih, sibuk maen sana sini maksudnya, akhirnya gue baca juga tuh cerita, mata sukses dibikin burem, hasil melototin leptop berjam2, karena si penulis ngirim format PDF.Lagi.

Read more of this post