diyas journal

a story, a poem, and a whatever

Category Archives: #30HariMenulis

Day #30 "Epilog"

kini giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal kepada kawan yang tak kukenal sebelumnya
aku sadar akan adanya sebuah perpisahaan disaat ku memutuskan untuk memulai sebuah pertemuan

masa itu, waktu itu, saat itu semuanya begitu berarti
menjadi sebuah tempat sampah dan sebuah wadah
dipaksa berpikir untuk sesuatu yang benar benar tak terpikir
menggali kedalaman otak untuk menghasilkan sesuatu
mengarang bebas demi tercapainya sebuah tujuan meskipun kadang tanpa konsep dan aturan yang terbengkalai

aku tertawa sendiri jika sadar apa yang kulakukan memang tanpa hasil
aku terkikik menahan geli jika memang menjadi sebuah pelarian dari rumitnya pikiran
aku memang belum bisa menjadi yang terbaik
kadang merasa malu jika membandingkan diri dengan teman seperjuangan yang lebih diatas segala-galanya

tapi aku tak peduli, semua ini bukan demi orang lain, bukan demi sebuah pujian atau sebuah komentar atau bahkan sebuah penghargaan
aku termasuk yang egois, jadi aku yakin aku tak akan mendengarkan ledekan mereka atas apa yang kucipta
aku termasuk cuek, aku hanya memikirkan diriku sendiri, aku berkarya untuk diriku sendiri atau bahkan menguji diriku sendiri
segala hambatan memang ada, tapi apa aku menyerah? tidak.
aku yakin aku mampu

30 hari sudah semua kujalani dengan segala macam ceritanya sendiri
apa kita akan dipertemukan kembali?
apa takdir akan memberikan kesempatan untuk kembali pada kami?
aku tak tahu, tak ada yang tahu

biarkan semua memiliki pikiran sendiri

seperti aku menulis untuk diriku sendiri


Day #29 “Sudah Saatnya”

Sudah saatnya ku menyelam ke kedalaman teori
Ketika keabsahan diragukan
Sudah saatnya ku berteman dengan sebuah argumen
Ketika aku dibantahkan
Sudah saatnya ku berkelahi dengan dalil-dalil
Ketika diterjang dengan pertanyaan
Sudah saatnya ku berlapang dada
Ketika akhirnya ku ditentukan
Sudah saatnya ku mendaki menuju kepercayaan
Ketika ayat demi ayat sebuah doa sangat dibutuhkan

Wish Me Luck, I Know My Time Has Come For The Next Few Weeks…

Day #28 “Putra Idealisme”

pagi ini hujan tak kunjung henti sejak semalam

 

tapi dia tak juga jera menggodaku

 

dia mengimingi-imingi sebuah kejayaan
aku tak bergeming
dengan kata-kata manisnya dia menawariku kehormatan
aku tetap diam
mulut manisnya terus mengatakah bahwa aku perlu kekayaan
aku teguh pada pendirianku
dan akhirnya Realita bertanya padaku,
“apa kau yakin tak akan mengubah pendirianmu ?”
“tidak” jawabku, “aku adalah seorang putra dari Idealisme”

 

 


terkadang seorang idealis menyerah pada realita padahal idealisme adalah harta yang paling mewah untuk sebuah jiwa yang muda

Day #27 "Mukimuki Sakit : Hutan Peri (Bagian 3)"

cerita sebelumnya

Gorigori : hey, lihat itu pohon pinus kembar yang dimaksud…

Mosimosi : benar juga, ayo cepat.

Mereka sedikit berlari menuju pohon pinus itu. Sesampainya di pohon pinus kembar itu, mereka melihat sebuah jalan masuk menuju hutan yang sangat lebat, tapi misterius, dan membuat rasa penasaran mereka muncul.

Lupalupa : apa kita jadi masuk ke hutan?

Mosimosi : tentu saja, semua ini demi Mukimuki

Gorigori : betul itu Lupa, bagaimana kau ini

Lalu mereka berjalan beriringan memasuki jalan setapak menuju hutan misterius itu. 15 menit mereka berjalan, hanya ada pohon pinus di sekeliling mereka. Tiba tiba mereka mendengar suara nyanyian yang indah. Mereka mempercepat langkah, dan melihat di sebuah tanah yang agak luas, banyak makhluk-makhluk seukuran tangan orang dewasa, mereka lah peri peri hutan, mereka sedang bernyanyi dan berpesta. Tiba tiba…


Penjaga 1 : HEI SEDANG APA KALIAN !!!

Lupalupa : ah ah uhm…. tidak kami hanya….

Penjaga 2 : JAWAB !!!, KALIAN INI PENCURI YA? TERUTAMA KAU YANG BERTUBUH BESAR, KAU SEPERTI SEORANG PENJAHAT?

Gorigori : apa ??? tentu saja tidak?

Mosimosi : begini Tuan Penjaga, kami ini bermaksud mencari buah strawbery langka untuk teman kami.

Penjaga 1 : JANGAN BODOH KAU, STRAWBERY ITU ADALAH SESUATU YANG BERHARGA BAGI KAMI…

Penjaga 2 : YA, JANGAN HARAP KAMI BISA MEMBIARKAN KALIAN MENCURINYA DARI KAMI…

Mosimosi : tapi, teman kami itu sedang sakit, bisakah kami mendapatkannya?

Penjaga 1 : ah, sudahlah kalian akan kami bawa kehadapan sang Ratu Peri

Lupalupa : apa kami akan direbus dalam kuali dan dimakan oleh kalian?

Penjaga 2 : hahahaha, apa kami bodoh nak? Apa kami terlihat memakan segala?

Gorigori : dengan tubuh sekecil kalian, sepertinya tidak mungkin kalian memakan kami

Penjaga 1 : ya, kami hanya makan tumbuhan yang menyehatkan.

Penjaga 2 : sudah, kemari kalian, akan kubawa ke Ratu Peri

Mereka ketakutan ketika dibawa ke hadapan ratu peri. Semua mata memandang mereka dengan bingung. Mereka semakin ketakutan. Tak lama tiba lah mereka ditengah kerumunan pesta, dan melihat sesosok wanita mungil yang sangat bercahaya dan mengenakan mahkota, dengan tiara di atas kepalanya, dan sayap kupu-kupu di punggungnya. Dialah Ratu Peri.

Ratu Peri : ada apa ini? Siapa mereka?

Penjaga 1 : kami menemukan mereka di hutan sana yang mulia

Penjaga 2 : ya sepertinya mereka akan mencuri strawbery kita yang berharga itu wahai Sang Ratu

Ratu Peri : benarkah apa yang mereka katakan?

Mosimosi : tidak yang mulia, kami hanya mencari strawbery langka itu untuk menolong teman kami yang sedang sakit.

Ratu Peri : menolong teman? Kenapa teman kalian itu, ceritakan padaku.

Lalu mereka bertiga, bergantian menceritakan apa yang terjadi pada Mukimuki dan ingin menolongnya dengan strawbery langka untuk dijadikan susu istimewa, dan berkhasiat.

Ratu Peri : hmm… ternyata kalian anak yang baik, baiklah kami sekarang saat ini sedang berpesta merayakan berbuahnya pohon strawbery kami setelah 5 tahun lamanya menunggu. Aku akan memberikan 1 buah kepada kalian, asal kalian bisa menjawab pertanyanku.

Mosimosi : apa itu wahai Ratu Peri?

Ratu Peri : baiklah “Dia terasa asam tapi menyegarkan ibarat air sungai di musim kemarau, Dia berwarna cerah secerah sinar matahari pagi, apakah dia itu?”

Mosimosi : ah, sulit sekali…

Lupalupa : aku tak dapat mengingat pertanyaannya…

Gorigori : aku lapaaar…

Lama mereka berpikir. Secara tak sengaja Gorigori melihat sekeranjang strawbery.

Gorigori : aku lapar dan haus sekali, Ah… Strawbery yang menggiurkan, sepertinya lezat.

Ratu Peri : ya tepat sekali, jawabanmu nak. STRAWBERY lah jawabannya

Gorigori : hah? (kebingungan)

Ratu Peri : ya dia, telah menjawab dengan benar, strawbery lah jawabanya…

Lupalupa : wow, pintar kau Gori…

Mosimosi : aku tak menyangka, kau tahu jawabannya…

Gorigori : hehehehe… aku sedang lapar dan haus, lalu melihat keranjang strawbery itu,

Lupalupa : setidaknya rasa laparmu berguna, hahaha

Ratu Peri : karena kalian berhasil menjawab pertanyanku, aku akan memberikan kalian beberapa buah strawbery ini, gunakan untuk menolong teman kalian itu.

Mosimosi : terima kasih yang mulia Ratu. Kami sangat berterima kasih.

Ratu Peri : ya, tak masalah, ajaklah teman kalian itu, kemari, jika sudah sehat. Kami sering mengadakan pesta, dan akan banyak buah buahan segar sebagai hidangan.

Gorigori : kami akan datang lagi Ratu Peri, pasti…

Lupalupa : kau hanya ingin menyantap buah-buahannya saja kan? Hehehe,,,

Lalu mereka membawa buah strawbery itu kepada ayah Lupalupa, untuk dicampur dengan susu sapi segar.

Lompalompa : hebat juga kalian bisa mendapatakannya, aku baru menemukan buku resep ayahku, aku akan segera mencoba membuat susu itu.

Lompalompa lalu masuk kedalam rumah untuk mengolah susu dan strawbery itu. Tak lama dia keluar.

Lompalompa : ya sudah jadi, coba kalian berikan pada Mukimuki, semoga dia lekas sembuh.

Lupalupa : terima kasih ayah…

Mereka lalu bergegas menuju rumah Mukimuki untuk memberikan susu itu.

Mukimuki : aku tak akan mau meminum susu !!!

Mosimosi : cobalah Muki, apa kau ingin terus berbaring di tempat tidur?

Lupalupa : iya Muki, itu adalah susu istimewa, kau akan menyukainya.

Gorigori : sedikit saja Muki, jika kau tak suka, aku bersedia menghabiskannya, hehehe

Mukimuki : baiklah aku akan mencobanya seteguk saja.

Mukimuki meminum susu itu seteguk.

Mukimuki : Wow, lezat sekali, susu ini rasa strawbery dan sangat manis.

Mukimuki langsung menghabiskan susu itu. Dan dia langsung merasa segar dan sehat.

Mukimuki : susu itu enak sekali dan ajaib, lihat aku langsung segar

Lupalupa : benar kan? Susu itu susu ajaib

Gorigori : kenapa kau menghabiskannya, padahal aku ingin mencobanya,,,

Mosimosi : sudahlah Gori, kita masih bisa kembali ke hutan peri, untuk meminta strwabery itu…

Lupalupa : ya, tapi 5 tahun lagi setelah strawbery itu berbuah kembali.

Mukimuki, Mosimosi, Lupalupa : HAHAHAHAAHA !!!

Day #26 "Mukimuki Sakit : Kakek Kura Kura (Bagian 2)"

cerita sebelumnya

Keesokan harinya Lupalupa bersiap menemui Kakek Kura Kura. Hanya dialah yang tahu dimana menemukan strawbery langka tersebut. Dia lalu mengajak Gorigori dan Mosimosi untuk menemaninya.

Gorigori : dimana dia tinggal Lupa? Si Kakek Kura Kura itu?

Lupalupa : kata ayahku sih, dekat sungai, tapi aku tak tahu dimana tepatnya

Mereka terus berjalan menyusuri sungai. Lalu secara tak sengaja mereka bertemu Tuan Katak sang penjaga kebersihan sungai.

Mosimosi : hai Tuan Katak…

Tuan Katak : oh, hai Mosi, dan apakah mereka berdua temanmu? Dimana Mukimuki?

Mosimosi : ya mereka temanku, yang gemuk bernama Gorigori dan yang satu lagi bernama Lupalupa. Mukimuki sedang sakit, dan kami butuh bantuan Kakek Kura Kura, apa kau mengenalnya?

Tuan Katak : oh Kakek Kura Kura, tentu saja aku sangat mengenalnya, dia tinggal di seberang sungai ini, tapi dia itu agak tuli, jadi kau harus berbicara dengan keras kepadanya.

Mosimosi : oh baiklah, itu bukan hal yang sulit, kami pergi dulu Tuan Katak…

Tuan Katak : hati-hati anak-anak

Mereka menyebrangi sungai tersebut, untung saja arusnya tak terlalu deras, dengan mudah mereka menyebrangi sungai itu. Dan menemukan Kakek Kura Kura sedang berjemur menikmati matahari pagi.

Lupalupa : Pagi Kek, apa kami menganggumu?

Tak ada jawaban.

Mosimosi : bukankah Tuan Katak bilang dia agak tuli, coba kau panggil dia agak keras Lupa

Lupalupa : PAGI KEK, APA KAMI MENGANGGUMU ?

Tetap tak ada jawaban.

Gorigori : OOOYYY !!!!! KAKEEEEEEEEEEEEEEK !!! APA KAU MENDENGARKU !!!!!

Kebetulan Kakek Kura Kura menengok ke arah mereka

Kakek Kura2 : Apa kalian mencariku? Kenapa tidak memanggilku? Kalian tidak usah malu-malu, hahahaha…

Mosimosi : Kami sudah memanggilmu dari tadi Kek, tapi Kakek tidak mendengar

Kakek Kura2 : kau bicara apa anak manis, bersuaralah, tidak usah malu, hahahahaha…

Mosimosi mulai kesal.

Mosimosi : KAMI DARI TADI MEMANGGILMU, TAPI KAU TIDAK MENDENGAR KEK !!!

Kakek Kura2 : benarkah? Sepertinya aku terlalu asik berjemur jadi tidak mendengar suaramu yang pelan itu, makanya jika berbicara keraslah sedikit, aku ini tidak muda lagi nak, hahahaha….

Lupalupa : KEK, APA KAU TAHU MENGENAI STRAWBERY LANGKA?

Gorigori : IYA KEK, APA KAU TAHU MENGENAI BUAH AJAIB ITU?

Kakek Kura2 : hmmm…. sebentar kuingat ingat dulu, strawbery langka….?

10 menit kemudian

Mosimosi : BAGAIMANA KEK, APA KAU TAHU !!!!???

Kakek Kura2 : hmmm….

Lupalupa : dasar kakek yang menyebalkan (agak berbisik)

Kakek Kura2 : hei nak, aku mendengarmu, jangan kurang ajar kau denganku,,,

Lupalupa : tapi kan kau….ah sudahlah…

Gorigori : hahahahaha,,,(tertawa terbahak bahak)

Kakek Kura2 : AHA !!!

Mosimosi : KAU INGAT KEK ?

Kakek Kura2 : aku ingat menyimpan sekaleng kue, biar kuambil untuk menemani obrolan kita ini,

Mosimosi : KAMI TAK BUTUH KUE KEK, KAMI INGIN TAHU DIMANA MENDAPATKAN STRAWBERY LANGKA ITU !!!

Kakek Kura2 : ah, ternyata kalian tertarik dengan strawbery langka itu, kenapa tak bilang dari tadi?

Lupalupa : ya ampuuuun kakeeeeek….

Gorigori : sepertinya aku mulai kesal…

Kakek Kura2 : ya aku pernah memetiknya sewaktu muda dulu, hanya tumbuh 5 tahun sekali, dan rasanya sangat menyegarkan

Gorigori : DIMANA KAMI BISA MENDAPATKANNYA KEK?

Kakek Kura2 : di desa ini hanya tumbuh satu pohon, yaitu di tengah hutan tempat para peri hutan tinggal

Mosimosi : BAGAIMANA KAMI BISA KESANA KEK ?

Kakek Kura2 : di ujung sungai ini kau akan menemukan 2 buah pohon pinus kembar, ikuti saja, kau akan sampai di sebuah hutan yang cukup lebat.

Mosimosi : BAIKLAH KEK, KAMI AKAN SEGERA KESANA, TERIMA KASIH KEK

Kakek Kura2 : oh baiklah anak2, yakin kalian tidak ingin mencicipi kue dulu dan bersantai?

Mosimosi, Gorigori, Lupalupa : TIDAK !!!

Kakek Kura2 : ya sudah, dasar anak-anak sukanya terburu buru…

Kakek Kura Kura melanjutkan berjemur. Sedangkan anak-anak itu langsung menuju tempat yang dimaksud oleh si Kakek Kura Kura.


Bersambung ke bagian 3…