diyas journal

a story, a poem, and a whatever

Kamar 505

Lorong-lorong yang panjang, suasana putih bersih, suara kursi roda berderit, dokter dan perawat hilir mudik.

Kira-kira itulah yang sering kulihat akhir-akhir ini.

Tak ada yang dapat kulakukan di ruangan ini. Hanya pagi menunggu malam untuk tidur yang kemudian bangun di pagi hari untuk kembali menunggu malam datang.

Bosan

Mungkin itu yang kurasakan.

Dengan selang infus tertanam di lenganku. Tak banyak yang dapat kulakukan. Pencapaian sejauh ini hanya duduk dekat jendela dan memandang keluar.

Pemandangan sebuah rumah kuno besar dengan taman yang terdapat chapel kecil, patung bunda maria tersenyum ramah di depannya.

Yah disinilah aku berada.
Di kamar 505.

Posted using Tinydesk Writer iPhone app

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: